IKAMI Goes to Papandayan
Campseupay. (Camping Seru Papandayan)
ini adalah tema dari kegiatan yang kami laksanakan. sebenarnya ini memiliki makna yang lain. tapi saya tidak dapat menjelaskannya disini.
kegiatan ini dilaksanakan pada 22-24 februari 2013 kemarin sebagai salah satu program kerja IKAMI Sul-Sel Cab. DKI Jakarta dari bidang lingkungan hidup. yah, kegiatan ini sudah beberapa kali diadakan sebagai refreshing alam untuk melepas kejenuhan selama di ibukota sekalian menumbuh kembangkan kecintaan kita terhadap alam Indonesia.
Jelajahi Negerimu, Kenali Indonesia Kita...
kami berangkat bersembilan orang dari asrama IKAMI di jakarta menuju ke pool primajasa. kawan-kawan tergabung dalam beberapa elemen seperti dari bogor, STP. tepat pukul 9 lewat dikit kami sampai dan disambut dengan puluhan bahkan ratusan orang yang telah mengantri untuk berangkat. kenyataannya ini memang week end, jadi tak heran kalau bus yang kami tempati full. ada rasa kecurigaan saat hendak menaiki bus , jangan-jangan nanti berdiri. benar apa yang terlintas dipikiran, kami berempat sama teman gak dapat bangku dan akhirnya berdiri dari jakarta sampai cileunyi dikarenakan di tempat ini banyak penumpang yang turun.
tepat pukul 01.25 tengah malam kami sampai di terminal guntur, garut. selanjutnya menyewa angkot untuk pemberangkatan ke pertigaan cisurupan. sampai di cusurupan jm sngah 3, kami beristirahat sambil menunggu pasar dibuka untuk beli keperluan logistik. yah, kami memang tidak membawa logistik karena dipertigaan cisurupan terdapat supermarket. tapi sayang tutup untuk tengah malam.
kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki open cup setelah selesai menunaikan ibadah subuh dan membeli keperluan logistik. udara sepanjang perjalanan cukup sejuk dan perasaan yang sangat senang dan riang mulai terpancarkan diwajah rekan-rekan yang perlahan mulai terang. memang suasana sejuk dan pedesaan sangat menyenangkan. dan entahlah, saya hanya bisa merasakan tapi tak dapat mengungkapkan.
oh iya, dalam perjalanan, kami bertemu dengan pendaki Sispala dari jakarta. mereka bertiga ikut rombongan kami, jadi selama perjalanan kami ber 12.
sampai di parkiran (camp david) sktar jm 6 pagi, kami disambuat dengan angin kencang. "yah, beberapa hari terkahir ini memang angin dipapandayan sangat kencang" tutur bapak yang mengantarkan kami ke camp david.
setelah mengurus registrasi, perjalanan kami mulai. perlahan kawah papandayan mulai terlihat dengan megahnya . setalah melewati kawah dengan jalan bebatu, kami memilih melewati jalur masyarakat yaitu melipir disebelah kanan gunung. jalur ini dulunya landai, tapi kerana longosr beberapa tahun yang lalu, jadi ada jalur alternatif. setelah 2 jm berjalan kaki, kami sampai di pondok selada. disini kita dirikan tenda karena persediaan air yang cukup melimpah.
setelah beristirahat sejenak dan selesai makan, perjalanan dilanjtkan kembali menuju tegal alun. disini terdapat padang edelweis yang sangat lebat. sayang, dalam kondisi itu saya tidak dapat ikut ke tegal alun dikarenakan kondisi tidak ada yang jaga tenda. menjelang sorepun, mereka balik dan alhamdulillah dalam kondisi jaga tenda saya sempatkan masak buat mereka. setelah makan malam, kami tidur. kondisi dipapandayan sangat berkabut dan dinginnya menusuk ke tulang. jm stngah 4 saya bangun dari tidur dan menikmati keadaan yang sangat sepi diluar tenda. yah, itu lah yang sy senangi di atas gunung. merenung dan menikmati keindahan alam, melepas penat sambil meratapi keseharian di ibukota. disaat itu pula, sy sempatkan untuk buat agar-agar dan jelly. itu sudah menjadi tradisi di saat aku naik gunung.
perlahan matahari pun mulai terbit meski tak nampak. memang kondisi kabut pada saat itu sangat tebal. kawand-kawand mulai satu persatu keluar dari tenda. mereka menikmati agar dan jelly yng saya buat dengan pemamfaatan kulkas alam. disaat sementara masak, sy ber3 dengan kawand sempatkan mandi sekalian mencicipi air papandayan yang sangat sejuk. setelah selesai mandi, kami lanjutkan untuk makan bersama. selesai makan, kami beres-beres membersihkan perlengkapan dan mengumpulkan sampah unutk di bawah turun. yanh, ada kode etik yang melekat dalam diri setiap pecinta alam.
dalam perjalanan turun, kami melewati jalur hutan mati, bukan jalur awal. yah, pemandangan dsni memang sangat menakjubkan. dari sini kita dapat menikmati pemandangan kota garut dan melihat kawah papandayan dari atas. sehabis dari situ, kami sempatkan untuk mengunjungi kawah baru hasil ledakan 2002 lalu.
selepas dari situ, kami mengambil jalur pintas. yah, walaupun agak sulit dengan melewati jalur sungai. tapi ini lumayan cepat. itupun kami sudah memperhitungkan waktu dan keadaan yang terjadi. kami memang mengjar waktu buat balik ke jakarta karena bus primajasa terkahir adanya cuma sampai jam 6. jm 2 kami sampai di camp david lalu beristirahat. saya sempatkan untuk mampir di warung kawandku dulu (a' Dedi) waktu naik pertama diriku ke papandayan. setelah sempat bersilaturahim dengannya, kami melanjutkan perjalanan ke pertigaan cisurupan. habis itu kami ke mesjid untuk bersih-bersih dan melaksanakan ibadah, kemudian dilanjutkan perjalanan ke terminal guntur lalu ke jakarta.
alhamdulillah perjalanan yang memuaskan. menengok kembali alam Indonesia kita yang begitu menakjubkan.
terima kasih kepada Allah SWT atas karunia nikmatnya dan menciptakan alam yang begitu indah.
semua rekan rekan IKAMI goes to Papandayan.
dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini.
Jelajahi Negerimu, kenali Indonesia Kita.
ini adalah tema dari kegiatan yang kami laksanakan. sebenarnya ini memiliki makna yang lain. tapi saya tidak dapat menjelaskannya disini.
kegiatan ini dilaksanakan pada 22-24 februari 2013 kemarin sebagai salah satu program kerja IKAMI Sul-Sel Cab. DKI Jakarta dari bidang lingkungan hidup. yah, kegiatan ini sudah beberapa kali diadakan sebagai refreshing alam untuk melepas kejenuhan selama di ibukota sekalian menumbuh kembangkan kecintaan kita terhadap alam Indonesia.
Jelajahi Negerimu, Kenali Indonesia Kita...
kami berangkat bersembilan orang dari asrama IKAMI di jakarta menuju ke pool primajasa. kawan-kawan tergabung dalam beberapa elemen seperti dari bogor, STP. tepat pukul 9 lewat dikit kami sampai dan disambut dengan puluhan bahkan ratusan orang yang telah mengantri untuk berangkat. kenyataannya ini memang week end, jadi tak heran kalau bus yang kami tempati full. ada rasa kecurigaan saat hendak menaiki bus , jangan-jangan nanti berdiri. benar apa yang terlintas dipikiran, kami berempat sama teman gak dapat bangku dan akhirnya berdiri dari jakarta sampai cileunyi dikarenakan di tempat ini banyak penumpang yang turun.
tepat pukul 01.25 tengah malam kami sampai di terminal guntur, garut. selanjutnya menyewa angkot untuk pemberangkatan ke pertigaan cisurupan. sampai di cusurupan jm sngah 3, kami beristirahat sambil menunggu pasar dibuka untuk beli keperluan logistik. yah, kami memang tidak membawa logistik karena dipertigaan cisurupan terdapat supermarket. tapi sayang tutup untuk tengah malam.
kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki open cup setelah selesai menunaikan ibadah subuh dan membeli keperluan logistik. udara sepanjang perjalanan cukup sejuk dan perasaan yang sangat senang dan riang mulai terpancarkan diwajah rekan-rekan yang perlahan mulai terang. memang suasana sejuk dan pedesaan sangat menyenangkan. dan entahlah, saya hanya bisa merasakan tapi tak dapat mengungkapkan.
oh iya, dalam perjalanan, kami bertemu dengan pendaki Sispala dari jakarta. mereka bertiga ikut rombongan kami, jadi selama perjalanan kami ber 12.
sampai di parkiran (camp david) sktar jm 6 pagi, kami disambuat dengan angin kencang. "yah, beberapa hari terkahir ini memang angin dipapandayan sangat kencang" tutur bapak yang mengantarkan kami ke camp david.
camp david
setelah mengurus registrasi, perjalanan kami mulai. perlahan kawah papandayan mulai terlihat dengan megahnya . setalah melewati kawah dengan jalan bebatu, kami memilih melewati jalur masyarakat yaitu melipir disebelah kanan gunung. jalur ini dulunya landai, tapi kerana longosr beberapa tahun yang lalu, jadi ada jalur alternatif. setelah 2 jm berjalan kaki, kami sampai di pondok selada. disini kita dirikan tenda karena persediaan air yang cukup melimpah.
pondok selada
setelah beristirahat sejenak dan selesai makan, perjalanan dilanjtkan kembali menuju tegal alun. disini terdapat padang edelweis yang sangat lebat. sayang, dalam kondisi itu saya tidak dapat ikut ke tegal alun dikarenakan kondisi tidak ada yang jaga tenda. menjelang sorepun, mereka balik dan alhamdulillah dalam kondisi jaga tenda saya sempatkan masak buat mereka. setelah makan malam, kami tidur. kondisi dipapandayan sangat berkabut dan dinginnya menusuk ke tulang. jm stngah 4 saya bangun dari tidur dan menikmati keadaan yang sangat sepi diluar tenda. yah, itu lah yang sy senangi di atas gunung. merenung dan menikmati keindahan alam, melepas penat sambil meratapi keseharian di ibukota. disaat itu pula, sy sempatkan untuk buat agar-agar dan jelly. itu sudah menjadi tradisi di saat aku naik gunung.
Ibadah adalah kewajiban
Edelweis
perlahan matahari pun mulai terbit meski tak nampak. memang kondisi kabut pada saat itu sangat tebal. kawand-kawand mulai satu persatu keluar dari tenda. mereka menikmati agar dan jelly yng saya buat dengan pemamfaatan kulkas alam. disaat sementara masak, sy ber3 dengan kawand sempatkan mandi sekalian mencicipi air papandayan yang sangat sejuk. setelah selesai mandi, kami lanjutkan untuk makan bersama. selesai makan, kami beres-beres membersihkan perlengkapan dan mengumpulkan sampah unutk di bawah turun. yanh, ada kode etik yang melekat dalam diri setiap pecinta alam.
makan bersama
sedappp...
dalam perjalanan turun, kami melewati jalur hutan mati, bukan jalur awal. yah, pemandangan dsni memang sangat menakjubkan. dari sini kita dapat menikmati pemandangan kota garut dan melihat kawah papandayan dari atas. sehabis dari situ, kami sempatkan untuk mengunjungi kawah baru hasil ledakan 2002 lalu.
jalur curam setalah melewati hutan mati
kawah papandayan
kawah baru
selepas dari situ, kami mengambil jalur pintas. yah, walaupun agak sulit dengan melewati jalur sungai. tapi ini lumayan cepat. itupun kami sudah memperhitungkan waktu dan keadaan yang terjadi. kami memang mengjar waktu buat balik ke jakarta karena bus primajasa terkahir adanya cuma sampai jam 6. jm 2 kami sampai di camp david lalu beristirahat. saya sempatkan untuk mampir di warung kawandku dulu (a' Dedi) waktu naik pertama diriku ke papandayan. setelah sempat bersilaturahim dengannya, kami melanjutkan perjalanan ke pertigaan cisurupan. habis itu kami ke mesjid untuk bersih-bersih dan melaksanakan ibadah, kemudian dilanjutkan perjalanan ke terminal guntur lalu ke jakarta.
uyeee
alhamdulillah...
alhamdulillah perjalanan yang memuaskan. menengok kembali alam Indonesia kita yang begitu menakjubkan.
terima kasih kepada Allah SWT atas karunia nikmatnya dan menciptakan alam yang begitu indah.
semua rekan rekan IKAMI goes to Papandayan.
dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini.
Jelajahi Negerimu, kenali Indonesia Kita.











0 comments:
Post a Comment